History of Communication Days

     Communication Days adalah suatu rangkaian acara insan akademis mahasiswa Ilmu Komunikasi yang diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahsiswa Fakultas Ilmu Komunikasi, yang berbasis pendidikan, pengetahuan, dan hiburan. Kegiatan acara ini diselenggarakan seiring dengan perkembangan ilmu komunikasi. Communication Days pertama kali diselenggarakan pada tahun 2006 dan terus berlanjut hingga sekarang memasuki tahun kesebelas.

Pada tahun 2006 ini merupakan pertama kali diselenggarakan Communication Days. Ide awal tercetus ketika disadari bahwasanya dunia komunikasi semakin berkembang pesat. Communication Days 2006 mengangkat tema warna-warni komunikasi, membahas mengenai ragam dunia komunikasi yang berkembang saat itu. Diselenggarakan secara sederhana dan hanya mencakup kalangan internal mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Budi Luhur. Awal mula Communication Days ini diberikan nama Colorfull Communication.

Setelah berhasil mengangkat tema mengenai ragam dunia komunikasi, Communication Days menyelenggarakan kembali pada tahun 2007 dengan memberikan nama Human Rights In Your Eyes. Di tahun kedua ini, Communication Days 2007 membahas mengenai hak asasi manusia dilihat dari perspektif Ilmu Komunikasi. Diadakan berbagai kompetisi, di antaranya fotografi, poster, presenter, film indie, serta workshop oleh presenter kondang, Meutia Hafidz.

Pada tahun 2008 Communiation Days membahas mengenai kebudayaan Indonesia yang dapat diimplikasikan dalam perkembangan komunikasi saat itu. Dikemas dalam kegiatan Talk Show sesuai konsentrasi penerapan Ilmu Komuniasi, diantaranya Broadcasting (Peran Media dalam Pelestarian Budaya Indonesia), Public Relation (Pembentukan Citra Kebudayaan Indonesia) dan Visual-Advertising (Pelestarian Budaya Melalui Iklan). Tahun ketiga Communication Days ini diberikan nama Save Our Culture dengan dukungan oleh Departemen Kebudayaan dan Pariwisata Republik Indonesia saat itu, Communication Days 2008 juga menyajikan pentas dan pameran budaya.

Tahun 2009, Pada Communication Days tahun ini, dipilih tema Challenge of Communication Media Online and Art yang disingkat CHOCOLART. Sebuah pembahasan yang memperkenalkan media online sebagai perkembangan teknologi komunikasi yang berkontribusi positif dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam bidang Ilmu Komunikasi. Diselenggarakan dalam seminar yang mengundang para praktisi dibidang Public Relation (mencari format PR 2.0), Broadcasting (Cyber Media), dan Komunikasi Visual (Karikatur sebagai Media Sehat). Dihadiri oleh mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Jakarta, siswa SMA dan wartawan dari berbagai elemen media.

Pada tahun 2010 Communication Days yang diberikan nama Out Of The Box Communication Merupakan suatu pembahasan yang mengajak segenap insan mahasiswa Ilmu Komunikasi untuk berfikir secara kreatif dan membuat inovasi baru dalam dunia komunikasi. Dengan menggabungkan unsur kreativitas, edukasi, dan hiburan, tak dipungkiri lagi bahwa inovasi dan pemikiran kreatif menjadi suatu keharusan karena tuntutan zaman yang terus berkembang, terutama dalam bidang Ilmu Komunikasi. Communication Days 2010 dihadiri oleh mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Jakarta dan siswa SMA/SMK dengan mengundang para praktisi yang ahli di bidangnya sebagai pembicara seminar.

Memasuki tahun 2011 Communication Days kembali hadir dengan mebawa nama COMMYOUTNALISM Sebuah singkatan dari Communication, Youth, and Nationalism. Bertepatan dalam suasana sumpah pemuda, tema ini diangkat dengan maksud untuk melihat lebih jauh pengaruh perkembangan media komunikasi terhadap nasionalisme pemuda Indonesia di era globalisasi. Pada tahun ini, untuk pertama kalinya Communication Days 6th Annual  mengadakan kegiatan lomba penulisan karya ilmiah (Call for Paper) mahasiswa tingkat nasional, dalam upaya penerapan terhadap pemikiran-pemikiran aktif dalam dinamika ilmu komunikasi bagi segenap mahasiswa guna memenuhi tantangan zaman yang kian berkembang dan menumbuhkembangkan semangat Tri Dharma Perguruan Tinggi. Selain itu, pada Communication Days tahun keenam ini diselenggarakan pula berbagai kompetisi bidang ilmu komunikasi tingkat regional se-Jabodetabek, workshop dan hiburan lain sebagai ajang kreativitas yang dikemas dalam sebuah Communication Festival.

Pada Communication Days tahun 2012 ini mengangkat kebudayaan dengan tema SI PRABUDAYA “Generasi Penerus Ragam Budaya”, berangkat dari sebuah “kegelisahan” bahwa pada realitasnya masyarakat Indonesia mulai melupakan budaya aslinya, akibat terkikis oleh budaya asing yang mewarnai kehidupan masyarakat Indonesia. Maka, kehadiran tema ini diharapkan mampu mengingatkan kita, khususnya para generasi muda, untuk ikut bertanggung jawab terhadap keberlangsungan budaya asli Indonesia. Communication Days pada tahun ini mengadakan kegiatan Call For Paper, Seminar Nasional & Talk Show, Communication Fair, yang terdiri dari workshop, kompetisi siswa-siswi SMA, dan pameran.

Memasuki tahun 2013 Communication Days mengangkat tema “DEMOCRACY 3.0”. Tema ini diangkat berdasarkan fakta bahwa pada saat ini, Indonesia telah memasuki era ketiga dalam perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Di mana dalam era ketiga ini, masyarakat dapat mengakses informasi dengan lebih mudah karena adanya cross-application dalam media. Namun sangat disayangkan jika melihat realitas yang terjadi adalah para pemuda yang tidak dapat memanfaatkan perkembangan tersebut untuk menjadi produktif bagi bangsanya. Communication Days pada tahun ini mengadakan kegiatan Call For Paper, Seminar Nasional, Talk Show & Pentas musik.

Gema Berdaya” merupakan akronim dari Gerakan Pemuda Berbudaya. Pada tahun 2014 tema ini muncul karena melihat realitas yang terjadisaat ini para pemuda kurang mempunyai sikap yang mencerminkan generasi penerus bangsa, yang harusnya mempunyai rasa peduli dan bangga terhadap budaya sendiri. Sehingga berdampak pada kurang diminatinya Kebudayaan Indonesia dan terancam tidak memiliki generasi penerus lagi. Lunturnya moral dan prilaku yang mencerminkan manusia berbudaya di kalangan pemuda, menjadi salah satu faktor yang berpengaruh besar terhadap kurangnya kepedulian pemuda terhadap kebudayaannya sendiri. Sehingga perlu adanya sebuah pergerakan pemuda untuk membenahi hal tersebut, dengan pendidikan  moral yang baik, secara tidak langsung karakter pemudapun akan semakin lebih baik dan berdampak pada, semakin dicintainya kebudayaan Indonesia. Communication Days pada tahun ini mengadakan kegiatan Call For Paper, Seminar Nasional, Talk Show & Pentas Seni dan Budaya.

Communication Days terus berjalan hingga memasuki tahun keesepuluh dengan tema METAMORFOSA – Wajah Pariwisata Indonesia. Metamorfosis, atau perubahan merujuk kepada banyak aspek, baik realitas maupun abstrak. Perubahan itu dinamis, ia adalah historis, presentatif dan futuristik. Kehidupan yang dinamis selalu mengusung perubahan. Perubahan dekat dengan adaptasi. Alasan memilih konsep ini karena, kami generasi muda Indonesia, ingin merubah pandangan akan keindahan alam Indonesia. Hal itu dapat dilihat dengan banyaknya masyarakat yang berwisata keluar negeri. Padahal jika kita bandingkan keindahan alam Indonesia dengan alam Negara lain, Indonesia memiliki keidahan dan kekayaan alam yang sangat luar biasa. Hal tersebut mendorong kami untuk mengbranding Wisata Alam Indonesia.

Pada tahun ke 11 Communication Days mengangkat tema besar yaitu “SASKTABAHASA”. Sasktabahasa memiliki arti tentang sebuah penyampaian komunikasi yang menggunakan bahasa yang sempurna, salah satu fungsi bahasa adalah sebagai sarana penyampaian informasi kepada orang lain baik secara lisan maupun tulisan. Alasan kami memilih konsep ini karena, kami generasi muda Indonesia ingin mengembangkan dan memperluas bahasa Indonesia menjadi bahasa internasioanal mengingat tahun ini era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), serta memperkuat jati diri bangsa Indonesia sebagai bangsa yang peduli terhadap warisan budayanya

Pada Tahun 2017 Communication Days megambil Tema Communication in Digital Era “CODE” Dimana masyarakat semakin kompleks dengan kebutuhan informasi yang semakin meningkat. Berita melalui media online kini dianggap lebih cepat dibandingkan dengan media cetak atau penyiaran. Kebutuhan tersebut berkaitan dengan fungsi media sebagai penyalur informasi. Media pun kini mentransfer informasi menjadi lebih penting dari sebelumnya karena adanya sistem nilai yang berubah. Seiring dengan perubahan ini pula, penggunaan komputer, smartphone, ebook, dan perangkat teknologi lainnya menjadi sumber informasi yang penting dan membuat masyarakat dipaksa beradaptasi. Untuk memenuhinya, media cetak maupun penyiar di Indonesia kini mulai berkembang dengan adanya media online.

Era digital membawa berbagai dampak positif yang bisa kita gunakan sebaik-baiknya namun era digital juga memiliki banyak dampak negatif. Dampak poitif dari masuknya era digital antara lain, arus informasi semakin cepat, dan komunikasi jarak jauh semakin mudah. Di sisi lain, dampak negatif dari era digital juga sangat berpengaruh terhadap kehidupan pribadi maupun kehidupan sosial seseorang. Dampak tersebut antara lain, orang lebih terfokus terhadap hal-hal yang berbau kesenangan semata tanpa adanya nilai positif yang dapat di ambil, banyak arus informasi yang kontennya berbau negatif, dan membuat orang akan memiliki kebiasaan bermalas-malasan. Sehingga ini menjadi tantangan di era digital. Berbagai tantangan era digital yang memasuki berbagai bidang seperti politik, ekonomi, sosial budaya, pertahanan, keamanan, dan teknologi informasi.

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang semakin pesat ini harus diimbangi dengan pengembangan mutu pendidikan yang baik juga agar keterampilan sumber daya manusia-nya dapat meningkat dengan begitu keseimbangan antara teknologi dan penggunaannya sama. Dalam menggunakan digital harus dilandasi dengan rasa ingin tau dan jangan cepat percaya, kita harus bersikap kritis dalam menghadapi dan menerima. Karena seharusnya sebagai seorang pencipta, kita-lah yang memanfaatkan teknologi digital sesuai dengan kebutuhan kita, bukannya malah menjadi tergantung dan tidak bisa hidup tanpa adanya teknologi digital.

Pada Tahun 2018, Communicatin Days memasuki Tahu Ke-13 yang berama “DIMENSI (Dinamika Media Komunikasi), dimana media merupakan industri yang berubah dan berkembang yang menciptakan lapangan kerja, barang, dan jasa, serta menghidupkan industri lain yang terkait; media juga merupakan industri tersendiri yang memiliki peraturan dan norma-norma yang menghubungkan institusi tersebut dengan masyarakat dan institusi sosial lainnya. Seiring dengan sejarah perkembangan teknologi komunikasi yang kini memasuki era digital, berbagai media massa di Indonesia juga mulai memanfaatkan kehadiran internet sebagai media komunikasi untuk menyampaikan jenis-jenis informasi dan jenis-jenis berita kepada khalayak yang jauh lebih luas. Selain portal berita, berbagai platform media sosial pun turut dimanfaatkan oleh pemilik media dan jurnalis guna menyampaikan pesan-pesan kepada khalayak. Media pada akhirnya menjadi sebuah perebutan berbagai kelompok kepentingan, dari politikus dan bisnis berjuang untuk mendapatkan kontrol dan pengaruh. Karena menguasai media sama dengan menguasai publik.

Pertumbuhan industri media tidak bisa lepas dari sistem ekonomi politik. seperti yang terjadi di Indonesia, perubahan situasi politik dan ekonomi berdampak pada dinamika industri media. Tidak hanya media yang sekarang digunakan sebagai kendaraan bagi kepentingan politik tetapi juga alat bisnis yang powerful. Bahkan politik dan bisnis seakan dipasangkan di industri media. Industri media di Indonesia telah berkembang denga pesat dan telah menjadi bisnis yang berorientasi pada keuntungan, membentuk kebutuhan publik dan kepentingan masyarakat.

Semenjak kemajuan teknologi dan informasi yang revolusioner, media cetak maupun elektronik mengantarkan informasi kepada khalayak sangat efektif. Kekuatan media massa (powerful media) sebagai saluran untuk mempengaruhi khalayak, telah banyak memberikan andil. Kemampuan melipatgandakan pesan-pesan di media massa mempunyai dampak terhadap berubahnya perilaku.

 

Leave a Reply